Publication
Explore our latest publications featuring in-depth research and analysis from Katadata Insight Center.
Persepsi Organisasi Masyarakat (ORMAS) Terhadap Pemberian Konsensi Tambang
Pemberlakuan PP No. 25 Tahun 2024 membuka peluang bagi organisasi kemasyarakatan keagamaan untuk terlibat dalam kegiatan usaha pertambangan. Kebijakan ini menghadirkan peran baru ormas keagamaan dalam pengelolaan sumber daya alam dan memunculkan beragam respons di ruang publik, baik yang memandangnya sebagai peluang pemberdayaan maupun yang menyoroti potensi risiko tata kelola dan nilai.
Berangkat dari konteks tersebut, penelitian ini bertujuan untuk memahami sikap dan pandangan NU dan Muhammadiyah terhadap kebijakan konsesi tambang, mengidentifikasi keragaman perspektif yang berkembang, serta menelaah faktor-faktor utama yang melatarbelakangi penerimaan maupun keberatan atas keterlibatan ormas keagamaan dalam pengelolaan tambang.
Sikap dan pandangan NU serta Muhammadiyah terhadap kebijakan konsesi tambang dalam PP No. 25 Tahun 2024.
Indonesia Middle Classin Motion: Smarter Choice, Wiser Spending
Indonesia’s middle class isn’t just the biggest consumer group, they are the engine driving our economy, culture, and digital transformation. Over the past year, they have faced inflationary pressures, digital saturation, and shifting life aspirations. All of this has pushed them to ask a fundamental question: what truly matters?
Their choices today, what they perceive as valuable, how they adopt technology, and how they balance sustainability with comfort are early signals of what Indonesia’s future economy and culture will look like.
In this report, each global trend is translated into the everyday behaviors of Indonesia’s middle class. The result is a deep reading of how they define value (worth), grounded sustainability, and human–technology balance.
This is a roadmap to Indonesia’s future, built on real behaviors not assumptions. To understand the middle class is to understand where Indonesia is heading next.
Kelas menengah menjadi penggerak ekonomi, budaya, dan transformasi digital Indonesia
Survei Dampak Rencana Pensiun Dini PLTU Cirebon 1 dalam Perspektif Transisi Berkeadilan
Komitmen Indonesia mencapai Net Zero Emissions 2060 atau lebih cepat menjadikan pensiun dini PLTU batu bara—termasuk PLTU Cirebon 1 sebagai proyek percontohan ETM—sebagai bagian penting strategi dekarbonisasi nasional. Beroperasi sejak 2012, PLTU Cirebon 1 direncanakan berhenti pada 2035, tujuh tahun lebih awal dari jadwal semula, sehingga memberi dampak signifikan bagi masyarakat yang bergantung pada keberadaannya.
Studi yang berjudul “Survei Dampak Rencana Pensiun Dini PLTU Cirebon 1 dalam Perspektif Transisi Berkeadilan” dan dilakukan oleh Katadata Green dan Katadata Insight Center pada Februari 2025 ini menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif untuk menilai dampak sosial-ekonomi dan lingkungan dari rencana pensiun dini tersebut. Survei terhadap 125 responden dan delapan wawancara mendalam dilakukan dalam radius dua kilometer dari lokasi PLTU. Penelitian ini bertujuan memahami tingkat kesadaran publik, mengidentifikasi kelompok terdampak, serta merumuskan rekomendasi kebijakan untuk memastikan transisi energi yang adil dan inklusif.
Dampak sosial-ekonomi dan lingkungan dari rencana pensiun dini PLTU Cirebon 1
Self-Care Lebih dari Sekadar Penampilan
Bagi banyak orang, self-care kini bukan lagi dianggap sebagai kemewahan, melainkan kebutuhan penting untuk menjaga keseimbangan hidup di tengah padatnya aktivitas. Hasil riset menunjukkan bahwa hampir seluruh responden percaya aktivitas seperti olahraga, merawat kulit, hingga berpakaian rapi dapat membantu memperbaiki suasana hati dan meningkatkan kebahagiaan. Bagi mereka, merawat diri bukan hanya tentang penampilan luar, tetapi juga tentang bagaimana seseorang memulihkan energi dan memberi ruang bagi dirinya untuk beristirahat.
Mayoritas responden mengaku telah melakukan aktivitas self-care dalam setahun terakhir sebagai bentuk pengelolaan stres dan upaya meningkatkan mood. Dari berbagai kegiatan, merawat kulit dengan skincare dan berolahraga menjadi pilihan utama dalam memperbaiki suasana hati. Aktivitas lain seperti perawatan tubuh di spa, menonton serial favorit dan berpakaian rapi juga banyak dilakukan untuk menciptakan rasa nyaman dan meningkatkan kepercayaan diri.
Temuan ini memperlihatkan bahwa self-care telah menjadi bagian dari gaya hidup yang sadar dan bermakna. Ia bukan sekadar rutinitas mempercantik diri, melainkan bentuk apresiasi terhadap tubuh dan pikiran dalam hidup sehari-hari.
Mayoritas orang percaya bahwa self-care dapat memperbaiki suasana hati dan meningkatkan kebahagiaan
Mindful Eating Lebih Dari Sekedar Kenyang
Makan dan minum kini bukan sekadar cara untuk mengisi perut, tetapi juga menjadi salah satu bentuk self-care yang erat kaitannya dengan keseimbangan emosi dan kebahagiaan. Hasil riset terbaru menunjukkan bahwa 9 dari 10 orang percaya makanan dan minuman dapat memperbaiki suasana hati. Aktivitas sederhana seperti menikmati makanan favorit ternyata mampu menghadirkan perasaan nyaman, mengenang momen menyenangkan, hingga menumbuhkan semangat baru dalam keseharian.
Menariknya, banyak responden mengaku bahwa suasana hati mereka menjadi lebih baik ketika berbagi makanan dengan orang lain, atau bahkan ketika membeli makanan bukan karena lapar, melainkan untuk menyemangati diri sendiri. Di antara berbagai pilihan, cokelat, es krim, dan buah-buahan menjadi tiga makanan teratas yang dianggap paling efektif memperbaiki mood, sedangkan kopi, teh, dan jus dalam kemasan mendominasi kategori minuman. Beberapa merek makanan dan minuman juga disebut secara spesifik oleh responden, menandakan bahwa pengalaman emosional dalam mengonsumsi produk tertentu memiliki ikatan kuat dengan brand pilihan mereka.
Temuan ini menunjukkan bahwa mindful eating bukan cuma soal apa yang kita makan, tapi juga tentang bagaimana makanan dan minuman bisa membawa perasaan positif dan membuat kita lebih bahagia saat menikmatinya.
Makan dan minum dapat memperbaiki suasana hati