Publication
Explore our latest publications featuring in-depth research and analysis from Katadata Insight Center.
The State of Halal & Sharia Economy in Indonesia: Dari Pasar Terbesar Menuju Pusat Ekonomi Syariah Dunia
Katadata Insight Center (KIC) memaparkan kajian bertajuk "The State of Halal & Sharia Economy in Indonesia: Dari Pasar Terbesar Menuju Pusat Ekonomi Syariah Dunia" yang mengulas posisi Indonesia dalam industri halal dan ekonomi syariah global, sekaligus tantangan yang dihadapi untuk naik kelas dari konsumen menjadi produsen utama. Paparan ini disusun berdasarkan analisis data State of the Global Islamic Economy (SGIE) Report, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Kementerian Perdagangan RI.
Paparan ini menegaskan bahwa Indonesia memiliki modal besar sebagai pasar makanan halal terbesar di dunia, dengan nilai mencapai US$165,4 miliar dan populasi Muslim sekitar 245 juta jiwa. Fondasi keuangan syariah turut menguat, dengan total aset tumbuh dari Rp1.801,45 triliun (2021) menjadi Rp3.131,02 triliun (2025), meski pangsa pasarnya terhadap industri keuangan nasional masih kecil, hanya naik dari 9,95% (2020) menjadi 11,45% (2024). Di sisi lain, industri halal kini telah berkembang menjadi gaya hidup yang mencakup modest fashion, kosmetik, farmasi, wisata halal, hingga ekonomi digital. Namun realisasi ekspornya masih timpang, di mana dari total US$41,42 miliar ekspor produk halal (Januari–Oktober 2024), lebih dari 80% masih disumbang oleh makanan olahan.
Sebagai langkah strategis, paparan ini merekomendasikan penguatan kapasitas produksi agar mampu memenuhi permintaan pasar global, percepatan sertifikasi halal khususnya bagi UMKM, perluasan akses pembiayaan syariah, serta diversifikasi ekspor ke sektor-sektor halal lifestyle di luar makanan. Paparan ini diharapkan menjadi rujukan bagi pelaku usaha dan pembuat kebijakan dalam membangun ekosistem halal yang berkualitas, memperkuat pembiayaan syariah, dan menjadikan Indonesia sebagai pemain utama dalam rantai nilai halal global.
Potensi, tantangan, dan strategi Indonesia untuk menjadi pusat ekonomi syariah dan industri halal dunia
Bagaimana Calon Konsumen Mengeliminasi Mobil Pilihan?
Setiap tahun, jutaan calon pembeli mobil menjalani proses yang tampaknya sederhana, namun sesungguhnya jauh lebih kompleks dari yang terlihat. Mereka tidak hanya memilih, mereka mengeliminasi. Satu per satu, merek-merek yang sempat menarik perhatian mereka gugur bukan karena kalah bersaing dalam hal fitur atau harga, melainkan karena gagal melewati serangkaian filter tak terlihat yang bekerja di benak konsumen. Laporan ini memetakan filter-filter tersebut: dari momen pertama sebuah brand masuk ke radar konsumen, hingga detik terakhir ketika satu nama tersisa dan keputusan pembelian dibuat. Bagi brand yang ingin bertahan hingga akhir, memahami proses eliminasi ini bukan pilihan tapi keharusan.
Memahami cara konsumen mengeliminasi mobil pilihan
Dampak Ekonomi Adeging Mangkunegaran 2026
Katadata Insight Center (KIC) melakukan survei Dampak Ekonomi Adeging Mangkunegaran 2026. Survei ini ditujukan untuk mengukur secara pasti kontribusi acara Adeging Mangkunegaran 2026 terhadap perekonomian. Didapatkan bahwa dampak ekonomi yang dihasilkan sebesar 87,9 Miliar, meningkat 119,8% dari penyelenggaraan Adeging Mangkunegaran 2025. Survei ini juga memotret secara detil pengeluaran pelari dan peningkatan omset yang dialami pelaku usaha. Yang menarik, riset ini juga membandingkan dampak ekonomi Mangkunegaran Run 2026 dengan acara lari nasional dan acara lari internasional lainnya.
Survei ini melibatkan total 320 responden yang terdiri dari pelari, pengunjung dan pelaku usaha. Survei dilakukan secara tatap muka selama acara berlangsung pada 1-3 Mei 2026.
Kontribusi Adeging Mangkunegaran 2026 Terhadap Perekonomian
Survei Pandangan Kaum Muda: Apa Kata Mereka tentang Kasus Nadiem dan Ibam?
Persepsi dan kekhawatiran kaum muda terhadap kasus Nadiem dan Ibam
Dinamika, Tantangan, serta Peluang Isu FOLU & JET di Indonesia
Laporan berbasis stakeholder mapping yang bertajuk Dinamika, Tantangan, serta Peluang Isu FOLU & JET di Indonesia mengkaji keterkaitan strategis antara isu Forest and Other Land Use (FOLU) dan Just Energy Transition (JET) dalam konteks agenda iklim Indonesia. Secara kolektif, sektor kehutanan dan energi menyumbang sekitar 95% emisi nasional sehingga berpengaruh besar terhadap penyusunan agenda iklim. Dengan menyoroti pentingnya perbaikan tata kelola lahan, pengurangan deforestasi, percepatan energi bersih, serta mitigasi dampak sosial transisi energi, laporan ini menempatkan FOLU dan JET sebagai pilar utama dalam pencapaian target Nationally Determined Contribution (NDC) dan Net Zero Emission Indonesia. Kompleksitas hubungan lintas sektor ini menegaskan perlunya pendekatan yang terintegrasi dan berbasis pemahaman mendalam terhadap aktor-aktor yang terlibat.
Laporan ini ditujukan untuk menjadi landasan utama ketika menyusun strategi stakeholder engagement yang lebih terarah melalui pemetaan tingkat pengaruh (power) dan kepentingan (interest) para aktor kunci dalam FOLU dan JET. Melalui analisis terhadap 18 aktor menggunakan matriks power-interest, laporan ini mengelompokkan aktor ke dalam empat kuadran dengan implikasi strategi yang berbeda, mulai dari kolaborasi intensif hingga komunikasi berkala. Hasil pemetaan ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi lintas aktor, meningkatkan efektivitas implementasi kebijakan, serta memastikan keselarasan antara prioritas kebijakan, kebutuhan sektor, dan dukungan kolektif dalam mencapai target iklim Indonesia.
Pemetaan tingkat pengaruh dan kepentingan para aktor kunci dalam FOLU dan JET