Publication
We combine rigorous research and analytics, expert advisory services, and powerful Databoks visualization tools to help businesses, policymakers, and institutions navigate complex challenges.
Survei Persepsi Masyarakat Terhadap Kereta Cepat Whoosh
Konten survei dari Katadata Insight Center mengenai persepsi masyarakat terhadap kereta cepat Whoosh yang telah resmi beroperasi di Indonesia menyajikan gambaran umum tentang aspek ekonomis dan aksesibilitas layanan kereta cepat, Memahami faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan masyarakat untuk menggunakan atau tidak menggunakan layanan kereta cepat whoosh, Mengukur pandangan masyarakat terhadap peran pemerintah dalam pembangunan infrastruktur transportasi, Mengevaluasi kepercayaan masyarakat terhadap kemampuan pemerintah dalam menangani proyek infrastruktur besar. Survei ini juga memberikan wawasan mendalam tentang respons dan harapan masyarakat terhadap Kereta Cepat Whoosh, dan hasilnya dapat menjadi panduan bagi pihak terkait untuk meningkatkan layanan dan mendukung pengembangan infrastruktur di Indonesia.
Survei persepsi masyarakat terhadap kereta cepat whoosh yang saat ini telah resmi beroperasi di Indonesia
Survei Persepsi Tokoh dan Isu Politik 8
Menyambut tahun politik 2024, perbincangan mengenai hal - hal yang menyangkut partai politik sudah mulai berkembang di masyarakat. Namun tidak hanya soal popularitas partai politik di pemilu yang akan datang, perbincangan di masyarakat juga menyangkut persepsi terhadap pemerintah saat ini dan berbagai isu politik lain. Untuk itu, Kurious dari Katadata Insight Center melakukan survei yang melihat persepsi masyarakat pada tema-tema ini.
Dalam survei ini, kami mencoba melihat pendapat masyarakat terhadap partai politik yang saat ini sedang gencar dibicarakan, serta harapan bagi pemilu 2024 mendatang.
Survei mengenai persepsi tokoh dan isu politik yang ada di Indonesia
Politik di Mata Anak Muda
Pada gelaran Pemilu 2024, 57% dari total pemilih adalah pemilih muda yaitu Gen Z dan Milenial. Dengan jumlah setengah lebih dari total pemilih, preferensi politik anak muda dinilai akan mempengaruhi jalannya dinamika politik menuju pemilu. Hal ini setidaknya berkaitan dua hal. Pertama, persepsi & preferensi anak muda terhadap politik secara umum dinilai penting untuk memotret derajat partisipasi politik anak muda. Kedua, persepsi dan preferensi anak muda terhadap aktor politik dinilai akan mempengaruhi strategi kampanye yang digunakan aktor politik menuju pemilu.
Dalam survei ini, nampak bahwa mayoritas derajat partisipasi politik anak muda baru sampai mencoblos saat pemilu. Sedikit anak muda yang ingin menjadi timses capres/parpol dan menjadi anggota partai. Meskipun begitu, anak muda memiliki penilaian jika parpol & capres ingin dikatakan merepresentasikan anak muda maka mereka harus konsisten menyuarakan kepentingan anak muda. Isu & jenis kampanye yang menarik atensi anak muda juga terekam dalam survei ini. Selain itu yang tidak kalah menarik, anak muda memiliki kriteria tersendiri terhadap capres cawapres pilihan mereka.
Persepsi dan Preferensi Anak Muda Terhadap Politik
Survei Persepsi Masyarakat Terhadap Pahlawan
Dalam melihat persepsi masyarakat terhadap Pahlawan, terlihat adanya kesempatan untuk menggali nilai-nilai positif yang dapat membentuk pandangan kolektif kita sebagai masyarakat Indonesia. Pahlawan di berbagai lingkungan sehari-hari menjadi pendorong inspiratif bagi kita semua. Dalam rangka mendapatkan wawasan yang lebih komprehensif mengenai nilai-nilai kepahlawanan yang mendalam pada peringatan Hari Pahlawan, Katadata Insight Center membuat survei ini. Nilai-nilai kepahlawanan tidak hanya ditemukan dalam konteks sejarah pada peringatan Hari Pahlawan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari, mencakup lingkungan keluarga, pemerintahan, lembaga pendidikan, dan dunia kerja.
Survei persepsi masyarakat terhadap pahlawan yang tidak hanya ditemukan dalam konteks sejarah namun juga dalam kehidupan sehari- hari
Kebudayaan dalam Perbandingan
Indeks Pembangunan Kebudayaan (IPK) berperan sebagai alat ukur pencapaian dalam pembangunan kebudayaan bagi pemerintah pusat dan daerah. Fungsi ini tidak hanya memandu perencanaan pembangunan, tetapi juga memantau kinerja program yang tengah berjalan. Terdapat 7 dimensi yang menyusun IPK, yaitu: 1) Ekonomi Budaya; 2) Pendidikan; 3) Ketahanan Sosial Budaya; 4) Ekspresi Budaya; 5) Budaya Literasi; 6) Gender; dan 7) Warisan Budaya.
Dalam upaya mengukur efektivitas pembangunan kebudayaan di Indonesia, penelitian ini membandingkan IPK dengan indeks serupa atau yang berkaitan dengan pembangunan kebudayaan seperti: Indeks Kemiskinan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB), Indeks Demokrasi Indonesia (IDI), Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM), dan Indeks Pemberdayaan Gender (IDG).
Hasil ini diharapkan dapat membantu para pengambil kebijakan dalam merumuskan kebijakan yang berbasis pengetahuan (evidence-based policy), sehingga perencanaan pembangunan kebudayaan dapat menjadi lebih tepat dan sesuai dengan keadaan di setiap wilayah. Selain itu, Indeks Pembangunan Kebudayaan juga dapat menjadi sumber data dan informasi yang berharga bagi para akademisi dan peminat studi kebudayaan.
Analisis Komparatif atas IPK dan Enam Indeks Terkait