Publication
Explore our latest publications featuring in-depth research and analysis from Katadata Insight Center.
Dari Alternatif Menjadi Imperatif: Peran Vital Industri Pindar bagi Ekonomi Digital Indonesia
Katadata Insight Center (KIC) bersama Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) merilis whitepaper bertajuk “Dari Alternatif Menjadi Imperatif: Peran Vital Industri Pindar bagi Ekonomi Digital Indonesia” yang mengulas transformasi industri peer-to-peer lending (pinjaman daring/pindar) dalam kontribusinya mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Laporan ini disusun berdasarkan analisis data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pusat Statistik (BPS), serta survei daring terhadap 309 UMKM penerima pembiayaan pindar di berbagai sektor usaha.
Whitepaper ini menegaskan bahwa pindar tidak lagi sekadar alternatif pembiayaan, melainkan telah menjadi imperatif yang menjembatani funding gap bagi segmen unbankable dan underserved. Secara makro, setiap Rp1 pinjaman produktif berkontribusi Rp6 terhadap perekonomian melalui efek pengganda. Secara mikro, akses pembiayaan mendorong kenaikan rata-rata omzet UMKM hingga 121% dan meningkatkan resiliensi usaha di tengah tekanan ekonomi, sekaligus mempercepat digitalisasi kanal penjualan.
Sebagai langkah strategis, laporan ini merekomendasikan penguatan sinergi antara perbankan dan pindar, peningkatan transparansi biaya layanan untuk membangun kepercayaan publik, perluasan literasi keuangan digital, serta integrasi pembiayaan dengan program transformasi digital UMKM. Whitepaper ini diharapkan menjadi rujukan dalam merumuskan kebijakan kolaboratif guna memastikan industri pindar tumbuh berkelanjutan dan semakin berkontribusi bagi ekonomi digital Indonesia.
Pindar menjadi imperatif yang menjembatani funding gap bagi segmen unbankable dan underserved
Memutus Mata Rantai Judi Online Dari Hulu Ke Hilir: Peran dan Tantangan Sektor Digital & Keuangan di Indonesia
Katadata Insight Center (KIC) merilis policy paper bertajuk "Memutus Mata Rantai Judi Online Dari Hulu Ke Hilir: Peran dan Tantangan Sektor Digital & Keuangan di Indonesia" yang merangkum temuan riset investigatif dan hasil diskusi lintas lembaga dalam forum High-Level Dialogue (HLD) bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas), Asosiasi Payment Gateway Indonesia (APGI), Asosiasi Penyelenggara Sistem Pembayaran Indonesia (APSI), serta perwakilan dari industri perbankan.
Policy paper ini menyoroti masifnya eskalasi judi online (judol) di Indonesia, dan dampaknya terhadap ekonomi, kesehatan dan tatanan harmoni sosial masyarakat. Studi ini juga menelusuri celah pengawasan sistem pembayaran yang dimanfaatkan sindikat, mulai dari penyamaran transaksi hingga penggunaan aset kripto dan terbatasnya verifikasi digital.
Sebagai respon strategis, KIC mengajukan tiga rekomendasi utama: peningkatan literasi digital dan finansial, penguatan regulasi serta kelembagaan lintas sektor, dan reformasi sistem pengawasan berbasis teknologi. Policy paper ini diharapkan menjadi referensi dalam merumuskan kebijakan kolaboratif untuk memutus rantai ekosistem judol dari hulu ke hilir.
Masifnya eskalasi judi online dan dampaknya terhadap ekonomi dan sosial
East Ventures – Digital Competitiveness Index 2025
East Ventures – Digital Competitiveness Index (EV-DCI) 2025 kembali dirilis oleh East Ventures bersama Katadata Insight Center (KIC) dengan mengusung tema “Mendorong Inovasi dan Kecerdasan Buatan untuk Meningkatkan Daya Saing Digital Indonesia.”
Laporan tahunan ini menyajikan pemetaan daya saing digital di 38 provinsi dan 157 kota/kabupaten di Indonesia, dan merupakan edisi kelima sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2020. Laporan EV-DCI 2025 menghadirkan data dan wawasan terkini yang penting dalam membentuk arah perkembangan ekosistem digital nasional, sekaligus menyoroti berbagai inovasi yang mendorong transformasi digital yang bermakna. Dari tahun ke tahun, indeks ini menunjukkan tren positif, dengan skor nasional EV-DCI 2025 mencapai 38,8, meningkat dari skor 38,1 (2024), 37,8 (2023), dan 35,2 (2022). Peningkatan ini mencerminkan kemajuan signifikan dalam berbagai aspek digital, terutama pada persentase tenaga kerja yang menggunakan internet serta perluasan akses jaringan 3G dan 4G ke wilayah pedesaan. Selain itu, laporan ini juga mencatat bahwa kesenjangan digital antar daerah terus menyempit, menandakan kemajuan menuju pemerataan akses dan daya saing digital di seluruh wilayah Indonesia.
Mendorong inovasi dan kecerdasan buatan untuk meningkatkan daya saing digital Indonesia
Kedaulatan AI untuk Memberdayakan Indonesia
Perkembangan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) diperkirakan akan menjadi salah satu game-changer dalam bisnis berbasis teknologi. Dengan meningkatkan efisiensi dan optimalisasi pengambilan keputusan berbasis kemampuan pengolahan data, penggunaan AI akan menjadi akselerator pertumbuhan bisnis dan ekonomi digital.
Dengan meningkatnya peran dan awareness AI dalam dinamika global, Indonesia juga harus ikut memanfaatkan momentum yang ada untuk mengambil langkah-langkah strategis untuk memajukan perkembangan AI-nya.
Report AI 2024 “Kedaulatan AI untuk Memberdayakan Indonesia” ini akan melihat bagaimana penggunaan AI dapat mempengaruhi landscape serta mengakselerasi pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. Secara umum, laporan ini akan meriset tiga poin utama:
- Menguraikan penerapan AI dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari masyarakat hingga bisnis, sebagai panduan adaptasi teknologi.
- Mengidentifikasi potensi AI untuk menciptakan peluang bisnis baru dan memperluas lapangan kerja.
- Menganalisis pemahaman dan persepsi publik tentang AI serta perannya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi.
Pemanfaatan dan Perkembangan Teknologi AI di Masyarakat Indonesia
Survey Report: Consumer Behaviour on Live Shopping
Kegiatan live shopping atau berbelanja online secara langsung menjadi tren yang semakin digemari. Berbagai platform media sosial hingga marketplace berlomba-lomba menyediakan fitur live streaming yang memungkinkan penjual memasarkan produk secara langsung sambil berinteraksi dengan pembeli.
Dalam survei yang dilakukan Katadata Insight Center (KIC) bertajuk Consumer Behavior on Live Shopping terungkap, promo yang menarik merupakan faktor pemikat bagi masyarakat untuk membuka live shopping. Dalam hasil survei juga terungkap, kemudahan melihat penjelasan produk secara langsung menjadi alasan konsumen merasa nyaman belanja produk-produk lokal. Tren ini tentunya membuka peluang besar bagi brand lokal untuk menjual produk mereka.
Survei dilakukan pada 5-18 November 2024 terhadap 1.381 responden berusia 18-44 tahun yang pernah belanja secara live shopping dalam satu tahun terakhir mencakup wilayah Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Medan, Palembang, Balikpapan, Denpasar, dan Makassar.
-