Publikasi
Jelajahi publikasi terbaru kami yang menampilkan riset mendalam dan analisis dari Katadata Insight Center.
Beyond the Digital Frontier
In the dynamic landscape of Indonesia's economy, Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) stand as vital contributors, yet their journey to growth remains challenging, lacking a comprehensive roadmap. This research paper sets out to illuminate the path for local brands in Indonesia, offering essential insights to help them thrive.
Understanding the Indonesian Market
In a world increasingly dominated by digital commerce, this study debunks recent beliefs about the overshadowing influence of online channels and consumers' relentless shift toward online shopping. It reveals that offline channels still hold significant relevance, especially in lower-tier cities, and that trust remains a linchpin in consumer choices.
Deciphering Distribution Channels
While online channels effectively break market barriers for new brands, offline channels are essential for solidifying their status as national champions. The study emphasizes the role of offline channels not just in distribution but also in building brand awareness and fostering consumer loyalty.
Innovation as the Key Driver
The paper underscores the critical role of innovation in maintaining a brand's uniqueness. Beyond product innovation, national champions rely on innovative marketing strategies to captivate consumers and leave a lasting impact. By comparing the growth plans of emerging local brands with the lessons learned from national champions, the research paves the way for aspiring brands to thrive.
How Offline Channels Propel Local Brands to New Heights
Fintech Indonesia Annual Members Survey 2022/2023
Semakin masifnya pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia, tak lepas dari perkembangan fintech yang terjadi beberapa tahun terakhir. Dalam ringkasan Laporan AFTECH AMS 2022/2023 diketahui bahwa sampai dengan Q3 tahun 2022, industri fintech di Indonesia mendominasi hingga sekitar 33% dari total pendanaan perusahaan fintech di Asia Tenggara, kedua terbesar kedua setelah Singapura yang mendapatkan 43% total pendanaan.
Lebih lanjut, pertumbuhan industri fintech Indonesia masih memiliki potensi yang tinggi dalam meningkatkan inklusi keuangan.
Perkembangan terkini, peluang, dan tantangan industri fintech indonesia
Laporan Perilaku Konsumen e-Commerce Indonesia 2023
Industri e-commerce yang merupakan penggerak utama ekonomi digital Indonesia terus berkembang pesat. Sebagai upaya dalam memantau perkembangan, peluang, dan pelaku industri tersebut, Laporan Perilaku Konsumen e-Commerce Indonesia 2023 kembali hadir. Laporan ini memberikan wawasan terbaru mengenai perilaku konsumen e-commerce Indonesia melalui pendekatan bottom up yang berdasarkan data primer.
Laporan "Perilaku Konsumen e-Commerce Indonesia 2023: Pemulihan Ekonomi dan Tren Belanja Pasca Pandemi" merupakan keberlanjutan dari laporan perilaku konsumen e-commerce yang dirilis tahun lalu dan menjadi edisi ke-4 sejak pertama kali diterbitkan pada tahun 2020. Pada tahun ini, analisis dilakukan terhadap lebih dari 22 juta sampel transaksi pembayaran yang berasal dari 2,2 juta sampel pengguna Kredivo di enam marketplace terbesar Indonesia sepanjang tahun 2022.
Laporan ini membahas perilaku konsumen secara lebih mendalam, mulai dari demografi konsumen yang berbelanja online dan analisa pola perilaku konsumen berdasarkan kategori profilnya.
Pemulihan Ekonomi dan Tren Belanja Pasca Pandemi
East Ventures Digital Competitiveness Index 2023
East Ventures bersama Katadata Insight Center (KIC) dan PwC Indonesia meluncurkan East Ventures – Digital Competitiveness Index (EV-DCI) 2023 dengan tema “Keadilan digital bagi seluruh rakyat Indonesia”.
EV-DCI 2023 merupakan laporan riset yang mengukur daya saing digital 38 provinsi dan 157 kota/kabupaten di Indonesia. Laporan riset ini merupakan edisi keempat sejak pertama kali diluncurkan tahun 2020.
Selain mengukur daya saing digital di Indonesia, laporan riset EV-DCI 2023 juga dilengkapi dengan hasil survei terhadap 39 perusahaan digital, analisa 8 sektor, serta perspektif dari 22 tokoh.
Keadilan digital bagi seluruh rakyat Indonesia
Status Literasi Digital di Indonesia 2022
Status Literasi Digital di Indonesia pada 2022 mengalami kenaikan menjadi 3,54 dibandingkan tahun sebelumnya. Pengukuran dengan Kerangka Indeks Literasi Digital tahun 2022 ini menggunakan empat pilar, yaitu Kecakapan Digital (Digital Skill), Etika Digital (Digital Ethics), Keamanan Digital (Digital Safety), dan Budaya Digital (Digital Culture).
Pengukuran Indeks Literasi Digital dilakukan melalui survei tatap muka yang dilaksanakan pada bulan Agustus-September 2022. Penentuan sampel survei menggunakan multistage random sampling dengan pendekatan home visit di area survei. Total responden pada pengukuran Indeks Literasi Digital tahun ini berjumlah 10.000 orang dengan Margin of Error (MoE) +/- 0,98% pada tingkat kepercayaan 95%. Responden yang diikutkan dalam penentuan sampel adalah anggota rumah tangga berusia 13-70 tahun, serta mengakses internet dalam 3 bulan terakhir.
Mengukur empat pilar literasi digital di Indonesia: Digital Skills, Digital Ethics, Digital Safety, dan Digital Culture