Publikasi
Jelajahi publikasi terbaru kami yang menampilkan riset mendalam dan analisis dari Katadata Insight Center.
Survei Kebiasaan Mengonsumsi Jajanan Manis selama Ramadhan
Momen Ramadhan dan Idul Fitri identik dengan makanan dan jajanan khas yang hanya populer di waktu tersebut. Konsumsi makanan dan minuman manis seakan meningkat untuk berbuka puasa. Ditambah lagi, perayaan Idul Fitri setelah sebulan berpuasa erat dengan makanan yang berlimpah. Untuk melihat realita konsumsi makanan dan minuman manis di bulan Ramadhan dan Idul Fitri, Kurious dari Katadata Insight Center melakukan survei yang mengeksplorasi perilaku masyarakat tersebut.
Dalam survei ini, kami mencoba melihat preferensi berbuka puasa masyarakat, serta alasan yang mendorong preferensi tersebut. Selain itu, survei ini juga mencoba melihat apakah di masyarakat konsumsi gula dan karbohidrat melonjak saat momen perayaan Idul Fitri.
Survei mengenai kebiasaan masyarakat Indonesia mengonsumsi jajanan manis selama bulan Ramadhan
Survei Kebiasaan Mengonsumsi Minuman Manis
Minuman berperisa dan pewarna merupakan jenis minuman yang mudah ditemui dan sering dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Seakan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, konsumsi minuman jenis ini bisa jadi menyaingi frekuensi konsumsi air putih. Untuk melihat kebiasaan mengkonsumsi minuman selain air putih pada masyarakat Indonesia, Kurious dari Katadata Insight Center melakukan sebuah survei yang mengeksplorasi perilaku dan preferensi konsumsi minuman pada masyarakat Indonesia.
Survei ini mencoba melihat preferensi masyarakat mengkonsumsi minuman berperisa dan pewarna seperti teh, kopi, minuman sari buah, dan jenis minuman lain, dibandingkan dengan keonsumsi air putih, serta jenis minuman yang paling sering dikonsumsi. Survei ini juga mencoba melihat seberapa sering masyarakat mengkonsumsi minuman-minuman ini.
Survei mengenai kebiasaan masyarakat Indonesia mengonsumsi minuman manis
Survei Pengeluaran saat Ramadhan
Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Sebagian masyarakat mengalami perubahan pada pengeluaran. Kebutuhan untuk berbelanja dan mempersiapkan perayaan Idul Fitri, pembayaran zakat dan sedekah, hingga keinginan untuk memberikan THR kepada karyawan dan saudara menjadi faktor pendorong. Untuk melihat faktor mana yang menjadi penggerak utama perubahan ini, Kurious dari Katadata Insight Center melakukan survei yang mengeksplorasi perilaku masyarakat terkait pengeluaran dalam konteks persiapan Idul Fitri.
Dalam survei ini, kami mencoba melihat apakah pengeluaran dan belanja masyarakat berubah selama bulan Ramadhan, khususnya terkait perayaan Idul Fitri. Selain itu, survei ini juga mencoba memetakan kebutuhan apa yang menjadi penggerak utama dari perubahan pengeluaran tersebut.
Survei mengenai pengeluaran masyarakat pada saat Ramadhan
Top Brand Survey: Kue Kaleng dan Susu Kental manis (Edisi Ramadhan)
Di suasana Ramadhan, terutama menjelang Hari Raya Idul Raya, dua produk yang termasuk makanan-minuman yang popularitasnya meningkat adalah susu kental manis dan kue kaleng. Selain untuk sajian berbuka puasa dan cemilan di malam hari, dua produk ini juga umum ditemukan di perayaan Hari Raya Idul Fitri. Untuk melihat perilaku dan preferensi masyarakat dalam konsumsi dua produk ini, Kurious dari Katadata Insight Center melakukan survei yang mengeksplorasi preferensi masyarakat terkait konsumsi dan pemilihan merek susu kental manis dan kue kaleng.
Survei ini melihat pengenalan dan preferensi merek dua kategori produk ini oleh masyarakat. Selain pengenalan merek, survei ini juga mencoba mengetahui waktu-waktu dan pola konsumsi dua produk ini, terutama selama periode Ramadhan. Ditambah lagi, survei ini juga mencoba mengetahui perbedaan konsumsi dan belanja dua produk ini di bulan Ramadhan dibandingkan bulan-bulan lain.
Survei pasar mengenai kue kaleng dan susu kental manis pada saat ramadhan
Survei Kebiasaan Masyarakat selama Berpuasa
Di bulan Ramadhan, kegiatan sahur dan berbuka puasa menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pola aktivitas bagi masyarakat yang melakukan ibadah puasa. Tidak hanya sekedar makan dan minum, dua kegiatan ini juga memiliki komponen lain, seperti aktivitas pendukung. Untuk memahami perilaku dan preferensi masyarakat Ketika berbuka dan sahur, Kurious dari Katadata Insight Center melakukan survei yang mengeksplorasi dua aktivitas ini.
Survei ini mencoba melihat perilaku masyarakat dalam berbuka puasa dan sahur, mulai dari kebiasaan makan dan minum, hingga apa yang dilakukan masyarakat untuk menemani dua kegiatan tersebut. Selain itu, survei ini juga mencoba melihat perubahan pada aktivitas lain, seperti pola tidur dan kegiatan untuk menunggu waktu berbuka puasa atau ngabuburit.
Survei mengenai kebiasaan masyarakat di Indonesia selama berpuasa